BREAKING NEWS

Tegas dalam berfikir Lembut dalam bertindak

Kamis, 26 Februari 2015

TAFAKKUR



Dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa nabi pernah bersabda, “ janganlah kalian mengunggulkan di atas Yunus bin Matta, karena sesungguhnya setiap hari dia diangkat seperti amalnya penghuni bumi. Hal itu adalah karena menafakkuri perintah allah, dan itu merupakan amalan hati. Karena seseorang tidak akan sanggup beramal dengan anggota tubuhnya dalam sehari sebagaimana yang dilakukan oleh penduduk bumi. Adapun tentang zat Allah, maka dia tidak dapat dijangkau oleh pemikiran.” Diamping itu Nabi juga pernah bersabda, “ berfikir sesaat lebih baik dari pada beribadah selama enam puluh tahun.”
            al- Ghazali meriwayatkan dari wahhab, “ Dulu sebelum datang kalian ada seorang laki-laki yang menyembah Allah selama tujuh puluh tahun, berpuasa dan menegakkan salat malam. Di melakukan hal itu karena menginginkan  sesuatu kepada Allah akan tetapi Allah belum mengabulkannya.   Dia berkata pada dirinya,‘sisimu engkau diberi. Bila mana engkau punya kebaikan niscaya hajatmu akan dikabulkan.’ Kemudian Allah menurunkan seorang malaikat dan berkata, ‘ sesaat engakau merenungi dirimu adalah lebih baik dari pada ibadah-ibadahmu yang telah lalu.[1]


            Tentang masalah bertafakkur , para pakar ilmu fikih juga tidak kalah dalam menyampaikan komentarnya. Diantaranya adalah seorang imam yang Ijtihadnya telah diikuti oleh sebagian besar orang islam didunia yaitu  imam Asy-syafi’i. Beliau pernah berkata, “semua orang gemuk tidak akan beruntung, kecuali Muhammad bin Hasan.” Kemudian ada seorang yang merasa heran terhadapad apa yang telah beliau sampaiakan sehingga dia  langsung bertanya, “ mengapa ya imam? Imam menjawab, “sebab dia berfikir. Orang yang berakal tidak akan lepas dari dua keadaan. Ada kalanya dia susah untuk akhirat dan tempat kembali, atau untuk dunia dan penghidupnya. Kegemukan disertai kesusahan tidak akan mengikat. Bila seseorang lepas dari salah satu dua hal tersebut, maka dia seperti binatang, yakni terikat lemak.” Kemudian imam berkata lagi:
            Dizaman dahulu ada seseorang raja yang sangat gemuk. Beberapa dokter tidak dapat mengobatinya. Hingga suatu hari datanglah yang berakal dan berkata, “Wahai raja, sesungguhnya aku seorang dokter dan ahliu astrologi. Aku melihat bintang-bintangmu malam ini dan akan kuobatiengkau berdasarkan perhitungan itu.” Pada hari berikutnya dia datang dan berkata, “wahai tuan raja! Apa yang akan kulakukan terhadap orang yang sisa umurnya hanya tinggal satu bulan? Diriku menjadi jaminan bagimu. Bila aku berdusta, maka hukumlah aku.” Kemudian Raja itu memenjarakannya. Belum berlalu setengah bulan tubuh raja itu menjadi kurus. Dia mendatangi dokter itu, dan dia berkata, “ wahai tuan raja, bukankah aku telah mengobatimu, maka keluarkanlah aku.” Raja membebaskanya dan berterima kasih kepadanya.




[1] An-Nawawi, Syarah al-Jami’ ash-Shaghir).

Share this:

 
Designed By OddThemes & Distributd By Blogger Templates