BREAKING NEWS

Tegas dalam berfikir Lembut dalam bertindak

Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2020

PERBEDAAN METODELOGI NAHDATUL ULAMA’ DAN MUHAMMADIYAH DALAM PENETAPAN AWAL BULAN QOMARIYAH


PERBEDAAN METODELOGI NAHDATUL ULAMA’ DAN MUHAMMADIYAH DALAM PENETAPAN AWAL BULAN QOMARIYAH
Oleh: Ihya'ul Ulum

            Dalam islam, kalender tidak hanya digunakan sebagai petunjuk tannggal semata. Lebih dari itu, ia juga digunakan sebagai acuan dalam melaksanakan ibadah, seperti puasa, dua hari raya dan juga ibadah haji. Puasa dilaksanakan dibulan Ramadhan, Idul fitri pada bulan Syawal dan ibadah Haji pada bulan Dzulhijjah. Karena itu, penetapan waktu, hari, dan awal bulan merupakan suatu hal yang tidak dapat diabaikan, sebab ia juga memiliki hubungan dengan pelaksanan ibadah pemeluk agama islam. Bahkan tergolong menjadi hal yang wajib hukumnya, karena keterkaitannya dengan ibadah.
مالا يتم الواجب الا به فهو واجب[1]
            Dalam islam kalender yang digunanakan ialah kalender Qomariyah. Yakni penetapan awal bulan dan hari atas dasar peredaran bulan. Awal hari dimulai sejak tampaknya bulan atau saat matahari terbenam, dan awal bulan dimulai sejak terlihatnya hilal (bulan tsabit). Hal ini tentu berbeda jauh dengan kalender Masehi yang menggunakan Matahari sebagai acuan penetapan waktunya. Mulai dari permulaaan hari, bulan dan tentunya metode penetapannya.
            Terkait dengan metode penetapan awal bulan qomariyah, ada begitu banyak silang pendapat dikalagan Ulama’. Hal ini terjadi sebab perbedaan dalam mentafsiri dalil-dalil nash, baik yang bersumber dari Al-Qur’an maupun Hadist Nabi SAW. Di Indonesia sendiri, setidaknya ada tiga metode yang berkembang. Ketiga metode tersebut merupakan reprentasi dari masing-masing kelompok yang berkembang di negri ini. Rukyatul Hilal bilfi’li metode yang digunakan dan digalakkan oleh kelompik Nahdatul Ulama’, Hisab Hujudul Hilal digunakan kelompok Muhammadiyah, dan terakhir Imkanur Rukyat, metode yang digunakan pemerintah, sekaligus sebagai sebuah upaya menyatukan dua kelompok sebelumnya dan kelompok-kelompok lainnya.

   A.    Metodelogi Nahdatul Ulama (NU)

Nahdatu Ulama sebagai salah satu ormas terbesar di Indonesia, dalam masalah penentapan awal bulan qomariyah memilih menggunakan metode Rukyatul Hilal Bilfi’li. Hal ini dilakukan atas dasar pemahaman mereka terkait beberapa dalil nash. Diantaranya :
1.      Ayat Ai-Qur’an
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْأَهِلَّةِ قُلْ هِيَ مَوَاقِيتُ لِلنَّاسِ وَالْحَجِّ...الأية[2]
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاءً وَالْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا عَدَدَ السِّنِينَ وَالْحِسَابَ...الأية[3]
2.      Hadis Nabi SAW
صحيح البخاري - (ج 6 / ص 478)
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ لَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ.[4]
 صحيح مسلم - (ج 5 / ص353
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمْ الْهِلَالَ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَصُومُوا ثَلَاثِينَ يَوْمًا[5]
صحيح مسلم - (ج 10 / ص 171
عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ عُمَرَ بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ[6]
Atas dasar pemahaman terhadap dalil di atas, kalangan Nahdiyyin berpendapat bahwa penetapan awal bulan dilakukan dengan metode Rukyatul Hilal Bilfi’li. Rukyatul Hilal Bilfi’li ialah proses pengamatan hilal baik dengan mata telanjang ataupun dengan menggunakan alat. Jika hilal (buln tsabit) terlihat, maka malam tersebut merupakan awal bulan dan jika tida maka malam tersebut masih tanggal 30 dari bulan itu.
Kalangan Nahdiyin berpendapat bahwasannya Rasulullullah SAW tidak pernah menentukan hari berpuasa ataupun ied jauh sebelum waktunya. Artinya, rasulullah tidak pernah melakukan praktek Hisab, dengan teori ini, runtuhlah argumen yang hisab wujudul hilal.
Adapun terkait dengan pemahaman  kata فَاقْدُرُوا لَهُ dalam redaksi hadis di atas, kalangan Nahdiyin berpendapat bahwa arahannya ialah dengan disempurnakan menjadi 30 hari. Karena menurut pandangan mereka, memahami suatu hadis maka haruslah di jami’ dengan hadist yang lain dan masih dalam satu tema. Kata فَاقْدُرُوا لَهُ   di tafsiri menggunakan kalimat فَصُومُواثَلَاثِينَ يَوْمًا  yang terdapat dalam riwayat lain. Artinya, bagi mereka, jika hilal tidak terlihat maka bulan tersebut harus di ikmal-kan menjadi 30 hari. Karena dalam satu riwayat dijelaskan bahwa perhitungan hari dalam satu bulan qomariyah, paling sedikitnya 29 hari dan paling banyak 30 hari.

   B.     METODE MUHAMMADIYAH


Kalangan Muhammadiyah dalam hal penetapan awal bulan qomariyah lebih cendrung mnggunakan metode  Hisab wujudul Hilal. Adapun terkait dalil yang digunakan, sejatinya tidaklah berbeda dengan kalangan Nahdatul Ulama’. Hanya saja yang membuatnya menjadi berbeda adalah cara mereka memahami dalil-dalil nash tersebut. Sebagian diantara perbedaan itu ialah, pemahan mereka terhadap hadis di bawah ini:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَكَرَ رَمَضَانَ فَقَالَ لَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ
            Berbeda dengan kalangan Nahdatul Ulama yang mengarahkan kata  فَاقْدُرُوا لَهُ  kepada makna ikmal. Kalangan muhammadiyah megarahkannya maknanya dengan menetukan dengan kedudukan hilal. Tidak hanya itu mereka juga memahami bahwa Surat Yunus Ayat lima diatas sebagai landasan kewenangan penggunaan hisab. Mereka juga memahami kata شَهِدَ dalam ayat berikut :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Bermakana bebas, maksudnya baik meyakini/menyaksikan dengan bil’aini (mata) ataupun bil’aqli (dengan akall/hisab).[7]
            Yang dimaksud dengan wujudul hilal disini ialah, terbenamnya matahari untuk pertamakalinya setelah setelah terjadinya ijtimak bulan-matahari,dan sebelum terbenamnya bulan. Jadi, setidaknya ada tiga kriteria yang harus terpenuhi: 
   a)      Sudah terjadi ijtimak bulan-matahari
   b)      Ijtimak bulan-matahari terjadi sebelum terbenam matahari
   c)      Pada saat terbenam matahari bulan berada di atas ufuk (belum terbenam)

   C.    Kesimpulan

            Perbedaan terkait metodelogi penetapan awal bulan qomariyah seharusnya tidaklah menjadi sebuah masalah, tapi haruslah dipandang sebagai sebuah rahmah. Perbedaan pandangan antara kelompok NU dan Muhammadiyah adalah hal yang lumrah. Jauh sebelumnya, dimasa Rasulullah SAW silang pendapat pun sudah biasa. Selama perbedaan tersebut tidak sampai merusak akidah, penulis kira tidaklah masalah.

            Perbedaan antara NU dan Muhammadiyah sejatinya hanya terletak pada cara mereka memahami dalil-dalil nash, bukan perbedaan sumber dalilnya. Dalilnya sama-sama berasal dari al-qur’an dan hadist, jadi secara aqidah tidak ada yang salah. Dari itu, sejatinya yang perlu kita tekannkan ialah bagaimana cara kita menyikapinya. Jadi, mari bijak menyikapi perbedaan. Karena dengan berbeda kita dapat dipersatukan. 

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an
Al-Hadist
Khozin Muhyidin, Ilmu Falak Dalam Teori Dan Praktek, Buana Pustaka, 2004
Prof.Dr.H.Nazaruddin Umar dkk, Upaya Penyatuan Kalender Hiriyah Indonesia Sejak 1975 Hingga Kini, Duta Media 2018
Maktabah Syamilah


[1] .Kaidah Ushul Fiqih, suatu perkara wajib yang tidak dapat dijalankan tanpa ada bantuan dari suatu hal yang lain, maka ia menjadi wajib pula
[2] QS.Al-Baqarah ayat 189
[3] QS.Yunus Ayat 5
[4] Maktbah Syamilah, Shahih Bukhori, juz 6 Shahifah 478
[5] Maktbah Syamilah, Shahih Muslim, Juz 5 Shahifah 353
[6] Maktbah Syamilah, Shahih Muslim, Juz 5 Shahifah 353
[7] Keterangan ini disampaiakan oleh Drs.H Syamsul Arifin dalam buku Upaya Penyatuan Kalender Hijriyah Indonesia Sejak 1975 Hinga Kini. Buku tersebut adalah kumpulan tulisan makalah cendikiawan muslim indonesia, yang berisi tulisan-tulisan seputar kalender qomariyah.

Selasa, 06 September 2016

Ngamieen Yuk…..!

Ud’uni Astajib Lakum
Itulah salah satu janji Allah yang membingungkan antra ngamen apa ngamin, pilih salah satunya, sebenarnya dari dua kata yang berbeda namun sulit di samakan ini syarat dengan kesamaan ketika kita melihat dari pangkal sisi kedunya yaitu sama –sama mengaharapkan terkabulnya sesuatu yang diinginkan, meski begitu perbedaan mendasar nya terletak pada apa yang diinginkan dan  siapa yang akan mengabulkan keinginan itu. Mari kita buka sedikit tabir perbedaan dari kedua kata ini ( Ngamen dan Ngamiien) 
Image
Ngamen adalah serangakain kegiatan yang melantunkan syair-syair atau lagu-lagu yang diinginkan. Dengan harapan, lantunan-lantunan yang di nyanyikan itu akan didengarkan dan kemudian ada balasan dari pendengar.
Sedangakan Ngamien, bahasa yang berasal dari bahasa arab yaitu amin dan kemudian sengaja kami modifikasi ala bahasa jawa, yaitu dengan menambah awalan “Nga” menjadi “Ngamin” Seperti halnya kata do’a, ketika dijadikan kata pekerjaan dalam bahasa jawa menjadi “dungo”.  Sedangkan Amiin merupakan salah satu lafadh yang digunakan oleh orang orang islam sebagai ganti dari bacaan-bacaan atas doa yang dipanjatkan oleh orang memimpin membaca doa yang berarti, “Ya tuhan, kabulkanlah semua permintaan ini.
Hanya saja, ngamien disini penulis mencoba untuk menyamakannya dengan Ngamen seperti yang telah kita ketahui bersama. Jika ada sekelompok orang ngamen, tanggapan pendengar ada dua. Pertama, mendengarkan dengan cara menikmati alunan musik yang diperdengarkan. Kedua, tanpa menggubris dan lalu merokoh gocehnya  dengan “segera” karena tak mau lama-lama sekelompok pengamen itu berada di sisinya.
Sementara jika dipersamakan dengan Amin atau Doa, ada yang langsung diterima lalu dikabulkan apapun permintaannya. Justru ada pula yang meskipun berdoa dengan “fokus”, permintaan-permintaannya tak ada balasan dari yang Maha Mengabulkan Doa. Yang kedua ini, biasanya menjadi keluhan hampir semua orang yang memanjatkan doa yang tak dikabulkan. Sementara dari pemahaman penulis, bisa saja, kasus Doa yang masih ditahan, atau lebih tepatnya belum dikabulkan itu karena faktor orang yang berdoa atau Dzat yang dipinta.
Seharusnya, dipertanyakan dulu apakah dia (orang yang berdoa) itu berdoa, atau hanya membaca doa? Jika hanya membaca doa, wajar-wajar saja umpama tidak diterima. Dan jika memang benar-benar berdoa lalu masih saja tidak diterima, bisa jadi karena Sang Maha Mengabulkan Doa itu sangat senang mendengarkan doa-doa yang dikeluhkan. Nah, ini yang menjadi persamaan antara Ngamien dan Ngamen beneran. Allah senang dengan jeritan dan tangis dalam doa kita. Semoga saja. Amin.

Namun, antara “Ngamien” dan “Ngamen Beneran”, dua istilah ini masih penulis bingungkan. Manakah yang Ngamen beneran dan benar-benar Ngamen? Apakah mereka yang Ngamen dengan cara memainkan irama musik dan memperlihatkan keahliannya? Ataukah mereka yang Ngamen dengan segudang keluhan dan disertai tangisan? Tetapi yang jelas, mengamenlah supaya diNgaman (Modifikasi dari kata Aman). Bukan mengamen agar dikasih Nguang (sudah penulis jelaskan mengapa memakai istilah Nguang). Begitu saja. Daripada begitu Amin saja.


Sabtu, 03 September 2016

Rahmat Allah Swt Bersama Dengan Prasangka Hamba


Bermacam-macam karakteristik mahluk Allah SWT yang telah diciptakan untuk mengisi warna warni dalam kehidupan didunia ini. Diantaranya Allah SWT menciptakan  iblis atau setan yang hanya berpotensi untuk melakukan kesalahan, keangkuhan , makar dan sifat-sifat buruk lainnya. Disisi lain itu  Allah juga menciptakan mahluk yang selalu berpotensi untuk melakukan kebaikan yaitu malaikat, dan dan daiantara kedua mahluk ini Allah menciptakan Manusia yang punya potensi baik dan buruk yaitu Manusia
Sudah menjadi karakter alami manusia untuk berbuat salah karena selain dikarunia akal manusia oleh allah SWT juga diberi nafsu, sehingga manusia selain berpotensi untuk berbuat baik manusia juga punya potensi  untuk berbuat salah. Sehingga dinamikan kehiidupan manusia tiadak akan pernah lepas dari kebaikan dan keburukan. Dibelahan manapun kita akan sdelalu menemukan dua bentuk perbuatan ini , dimana saja kita berada kita pastilah akan menemukan kelompok kelompok masyarakat yang religius, suka damai , tolong menolong, dan lain sebagainya, namun disi lain kita tidak akan melewati keehidupan tanpa adanya tindak criminal, makar, permusuhan dan lain sebagainya, inilah manis pahit dinamika kehidupan manusia .

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya untuk berbuat baik sebagai mahluk yang diciptakan hanya semata-mata untuk menghambakan dirinya kepada sang pencipta. Karena manusia mulai awal penciptaan memang sudah berpotensi untuk melakukan kegiatan positif (kebaikan) dan negative(dosa). Maka  sebanyak apapun kesalahan yang dilakukan ,sebesar apapun dosa  yang telah diperbuat,manusia yang muslim seyogyanya untuk selalu berusaha untuk memperbaiki dirinya karena sifat pengampun Allah SWT lebih besar dari itu disi lain penghambaan pada tuhan adalah tugas manusia diciptakan . Bukankah Allah telah memberikan kabar ini dalam al-qur’an yang berbunyi:
قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Az Zumar: 53)
                Dari ayat diatas dapat dipahami seberapapun besar dosa seorang hamba, jangan merasa putus asa untu bertaubat dan mendekatkan diri pada Allah Swt, karena  jika seseorang segera bertaubat kepada allah SWT dan selalu mendekatkan diri kepada allah dengan beribadah kepadaNya, Allah SWT akan menyambut hamba tersebut dengan rahmatnya. Ketika seorang hamba mendekatkan diri pada allah dengan beribadah kepadanya maka allaoh juga akan lebih mendekatkan rahmat nya kepada hamba tersebut, semakin tinggi tingkat seorang hamba dalam  mendekastkan diri kepada Allah , maka semakin cepat pula allah menyambut hambanya dengan keluasan rahmatnya, dan begitupun seterusnya. Hal ini telah nabi Muhammad SAW sampaikan dalam hadist nya:
وعن أَبي هريرة - رضي الله عنه - ، عن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - ، أَنَّهُ قَالَ : (( قَالَ الله - عز وجل - : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنا معه حَيْثُ يَذْكُرنِي ، وَاللهِ ، للهُ أفْرَحُ بِتَوبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أحَدِكُمْ يَجِدُ ضَالَّتَهُ بالفَلاَةِ ، وَمَنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ شِبْراً ، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعاً ، وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعاً ، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعاً ، وَإِذَا أقْبَلَ إِلَيَّ يَمْشِي أقْبَلْتُ إِلَيْهِ أُهَرْوِلُ )) متفقٌ عليه ، وهذا لفظ إحدى روايات مسلم)رياض الصالحين (تحقيق الدكتور الفحل) - (ج 1 / ص 279(
            Betapa besar kasih sayangAllah SWT pada manusia , kehidupan orang-orang non muslim yang notabenenya tidak mnyembah Allah hidup dengan gelimang harta dan kemudahan sebgai bukti bahwa rahmat Allah lebih besar nantinya untuk orang muslimbukankah  ini adalah sebuah  kebesaran sifat “ rahman” Allah SWT.  Karena itu, hendaklah seorang Mukmin selalu bersangkaan baik terhadap Allah bahwa Dia pasti mengampuninya sebesar apa pun dosanya selama ia tidak berbuat syirik terhadap-Nya serta hendaknya tidak berputus asa dari mengharap rahmat-Nya. Semangat optimis (raja’) inilah yang perlu ditumbuhkan dalam sanubari seorang muslim mendorong manusia sebagai pemompa semangat melakukan penghambaan dirinya kepada sang pencipta semata-mata karena rahmat Allah SWT tak pernah putus kepada hambanya.
Dan jangan lupa optimis ini jangan hanya tumbuh  dalam perasaan belaka, tanpa diimbangi dengan tindakan, karena inilah sebenarnya substansi sikap roja’ sebagai sifat terpuji yang ada kesamaan dengan sikap umniah, salah satu sifat tercela. Perbedaan mendasar dari keduanya adalah kalau raja’ disertai doa dan tindakan sedangkan umniah tidak ada tindakan. Allohu A’lam.
oleh: Yusrof

Kasih Sayang

Akhlak adalah cermin keimanan seseorang. Dengan erti kata lain, iman yang sempurna akan memprodukkan akhlak yang mulia atau dengan perumpamaan yang mudah, ibarat pohon yang semata-mata bergantung kepada keelokan akarnya. Sabda Rasulullah S.A.W :
خلقا أحسنهم المؤمنين أكمل
Maksudnya :Di kalangan mu'minin yang paling sempurna imannya ialah yang terbaik akhlaknya
Dari hadist diatas betapa pentingnya sebuah akhlak bagi manusia, ikhwan salah satu dari akhlak yang baik adalah menghormati yang tua, menyayangi yang mudah dan yang sebaya jadikanlah saudara, hal ini sesuai dengan hadist:
اِنْ  اَرَدْتَ اَلنِّجَاةَ  مِنْ عَذَابِ اللهِ فَلْيَكُنْ كَبِيْرَ الْمُسْلِمِيْنَ عِنْدَكَ اَبًا وَاَوْسَطَهُمْ عِنْدَكَ اَخًا وَاَصْغَرَهُمْ عِنْدَكَ اِبْنًا, فَوَقِّرْ اَبَاكَ وَاَكْرِمْ اَخَاكَ وَتَحَنَّنْ عَلَى  وَلَدِكَ
Maksudnya: Jika kamu ingin selamat dari adzab allah, maka jadikanlah orang-orang muslimin yang lebih tua dari kamu sebagai ayahmu, dan orang-orang muslimin yang sebaya denganmu sebagai saudaramu, dan orang-orang muslimin yang lebih mudah darimu sebagai anakmu, maka mulyakanlah ayahmu, dan hormati saudaramu, dan sayangilah anakmu.
          
      Dalam hadist diatas bisa kita pahami bahwa berakhlak baik kepada yang lebih tua, yang sebaya dan yang lebih mudah adalah ibadah, dan mendapat pahala dari allah, yang pelakunya juga telah melkukan ibadah sosial, dengan sebutan soleh. jika hadist tersebut dapat teramalkan dalam hidup sehari-hari , baik di lingkungan keluarga, masyarkat dan negara, maka akan terjalin solidaritas sosial antar sesama.

Tidak ada yang menuding, tidak ada suka menggunjing, tidak ada pesakitan, jika saling kasih-sayang melingkupi kita semua.

Jumat, 02 September 2016

Dengan Senyuman

Senyum merupakan ekspresi yang terpancar dari hati. Terkadang kita dapat tersenyum positif (senyum manis) ketika suasanan hati kita sedang riang, gembira, bahagia atupun sejenisnyalah, tapi juga ada tersenyum itu negatif (senyum pahit) yaitu biasanya ketika senyuman itu bermakna suasana hati yang marah, jengkel, ataupun sinis.
                Wajah yang ceria dan senyum yang mengembang merupakan amalan yang sepele yang mudah untuk dilakukan. Orang muslim diantara karakteristiknya yaitu jika bertemu dengan saudaranya dia akan mengucap salam dan berjabat tangan dengan mengembangkan senyum. Ini lah tegursapa ala Islam dan inilah akhlaq kaum muslimin.

                Senyuman itu membuat seseorang lebih menarik karena ada faktor daya tarik tertentu daripada seseorang yang mengkerutkan keningnya atau orang yang cemberut. Terkadang kita kurang menyadari jika senyum itu mempunyai banyak manfaat. Disamping senyum itu adalah ibadah, senyum juga dapat merubah suasana hati seperti merubah seseorang yang sedang bad mod, orang yang demikian bisa terlihat dari wajahnya, tapi dengan tersenyum bisa mencegah seseorang yang tampak letih dan lelah. Jika sedang bad mod, cobalah ambil waktu untuk tersenyum, karena bisa mengurangi stres sehingga lebih mampu mengambil tindakan. Dan juga senyum dapat membuat seseorang tampak lebih muda karena senyuman menggerakkan banyak otot . Akibatnya otot wajah terlatih sehingga anda tidak perlu melakukan face lift. Dijamin dengan banyak tersenyum, anda akan terlihat lebih awet muda. dan masih banyaklah manfaat dari senyum
                Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apa pun, sekalipun itu hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR Muslim). Senyum kepada saudaramu adalah kesejukan, seperti kesejukan embung membasahi dedaunan, senyummu adalah obat penawar bagi hati-hati yang bersedih, pemberi semangat bagi jiwa-jiwa yang lesu,jangan engkau  memandang enteng  amal ini.
                Senyuman itu dapat memberi gairah/semangat dan ketenangan hati yang luar biasa dalam menjalani hidup. Tersenyum saat kita mendapat kesuksesan atau hal baik itu sudah biasa. Namun lebih luar biasa adalah ketika kita mendapat musibah atau hal buruk kita tetap bisa memberi senyuman.

                 Nah mulai saat ini dalam keadaan apapun mari kita coba hadapi semua dengan senyuman “Let your smile change the world, don’t let the world change your smile”.

Kamis, 03 September 2015

SABAR YUUK




                Akhi-ukhti kenapa guru kita selalu mengingatkan kita, ketika kita marah. dengan perkataan “Innalloha ma’asshobirin” yang artinya: Alloh selalu bersama orang yang sabar. Kenapa sih, mari kita baca sebuah hadist yang disarikan dari kitab Riyadus Sholihin.
                Pada suatu hari, seorang laki-laki menyemburkan berbagai kata-kata ejekan kepada abu bakar  r.a dan menghujaninya dengan berbagai cacian. Akan tetapi,  abu bakar  tidak membalas cacian orang itu. Ia terdiam tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ketika itu, Rosululloh SAW. Duduk disisi abu bakar  dan beliau tersenyum, merasa kagum dengan sikap abu bakar 
                ketika laki-laki itu semakin deras menghujaninya denga kata-kata cacian dan maki-makian, abu bakar  kehilangan kesabaran. Ia menjawab sebagian kata-kata orang itu. Akan tetapi nabi saw. Merasa marah melihat abu bakar   maka beliaupun melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

                Melihat kepergian Rosululloh SAW, abu bakar  dapat merasakan kemarahan Rosululloh SAW. Maka ia kejar Rosululloh SAW. Dan ia tanyakan kepadanya, “wahai rosulloh ketika mencaciku engkau terus duduk disampingku. Akan tetapi mengapa engaku marah dan pergi ketika aku jawab sebagian caciannya?.
                Nabi pun menjawab pertanyaan Abu Bakar , “ketika kemu diam, ada malaikat yang menjawab caciannya. Akan tetapi, ketika kamu balas sebagian caciannya, datanglah setan dan akau tidak mau duduk dengan setan”.
 Setelah itu, rosululloh. Menyambung perkataannya, wahai Abu Bakar ,” Ada tiga perkara yang semuanya benar. Jika ada orang dizalimi, kemudia tidak ia balas kedzaliman itu karna allah, maka allah akan memualiakannya dengankemenangan. Dan jika ada orang memberikan sedekah bukan dengan tujuan riya’,
maka akan allah tambah kekayaanya lebih banyak lagi. Dan jika ada orang meminta kekayaan yang banyak, maka allah akan memberikannya harta yang sedikit ”.
               
`               Berangkat dari hadist inilah ada sebuah qoidah yang berbunyi “Addororu layazu biddoror” . keburukan tidak bisa dihilangkan dengan keburukan  pula.  Sudah menjadi lumrah bahwa api dipadamkan dengan air, bukan dengan api juga.
                Dengan kesabaran dan kepala dingin, semua permasalahan akan diselesaikan dengan mudah, tanpa ada sebuah kekerasan,

TIPS BAGI MAHASISWA BARU




                Hari baru telah dimulai. Setelah tiga tahun mengenyam pendidikan di bangku putih abu-abu, inilah masa awal ikhwan-akhwat beranjak kedalam dunia perkuliahan sebagai mahasiswa.  Jika dijalani dengan baik, kehidupan perkuliahan akan menjadi saat-saat yang tidak terlupakan dan sangat berguna buat kehidupan kamu selanjutnya. tentunya, kehidupan selanjutnya didunia kampus akan baik jika di gerbang awal kuliah dengan hal-hal yang baik pula.
Menjadi mahasiswa baru bagaikan bersiap untuk menggambar di kertas putih. Adalah pilihan kamu untuk mengisinya dengan tinta apa. Berikut 3 permulaan yang perlu kamu perhatikan ketika menjadi mahasiswa baru:

1.            Perbanyak Teman
                Masa-masa mahasiswa baru adalah momen lucu untuk dikenang ketika kamu memakai baju wisuda dan bernostalgia atas nama mahasiswa tingkat akhir. Mulai dari teman satu jurusan, satu fakultas, luar fakultas, kakak senior, dosen dan lain-lain.
                Tidak dipungkiri, banyak keuntungan yang kita dapatkan dari memperbanyak teman, di antaranya: semakin banyak teman, semakin luas jaringan untuk dapat bertukar informasi, sebagai tempat berbagi, bercerita dan saling menyemangati, menjadikan diri lebih produktif, dan lain-lain. Semakin kita banyak berinteraksi dengan orang lain, semakin kita belajar bagaimana cara memahami orang lain. Prinsip yang perlu diperhatikan dalam mencari teman yaitu jadikan setiap orang adalah guru. Guru yang dapat mengajarkan kita sesuatu.
                Perbanyak teman dan jalin relasi yang baik dengan siapapun.
“Someday, you’ll just be a memory to some people. So, do your best to be a good one.”

 2. Saatnya Untuk Berkilau
                Pertama, susun strategi belajar agar mendapatkan IP (Indeks Prestasi) yang optimal. Pada umumnya, semakin tinggi semester semakin berat bobot pelajaran di dalamnya. Jadi, adalah strategi yang tepat jika di semester awal kamu berjuang untuk meraih IPK setinggi-tingginya. Jangan segan untuk bertanya kepada dosen dan aktif di kelas, mengerjakan tugas tepat waktu, dan kerahkan segenap passionmu.
                Kalau pernah mendengar orang bicara, “IPK itu gak penting. Yang penting itu soft skill dan aktif di organisasi.” NO. That’s wrong. Justru IPK itu adalah legitimasi kemampuan akademik kamu. Bagaimanapun juga, IPK adalah bentuk tanggung jawab kamu. Keduanya penting tanpa saling dikesampingkan.
                Kedua, ikuti berbagai kompetisi. Bagi seorang mahasiswa baru, ini adalah kesempatan kamu untuk bisa mendobrak nama agar ‘dikenal’ teman-teman, dosen, dan petinggi-petinggi fakultas. Jadilah mahasiswa yang pro aktif untuk mencari informasi lomba-lomba yang bisa kamu dapatkan dengan mudah di media sosial, ataupun di papan pengumuman yang terdapat di koridor kampus. Dengan mengikuti berbagai kompetisi, kamu jadi bisa mengukur kapasitas diri dan mendapatkan banyak pengalaman.

3. Aktif Berorganisasi
                Salah seorang motivator Jamil Azzaini pernah mengatakan, “Teman-teman yang ada di sekeliling Anda hari ini, bisa menjadi salah satu hal yang menentukan, akan seperti apa Anda di masa depan.”
 
Designed By OddThemes & Distributd By Blogger Templates