BREAKING NEWS

Tegas dalam berfikir Lembut dalam bertindak

Kamis, 03 September 2015

SABAR YUUK




                Akhi-ukhti kenapa guru kita selalu mengingatkan kita, ketika kita marah. dengan perkataan “Innalloha ma’asshobirin” yang artinya: Alloh selalu bersama orang yang sabar. Kenapa sih, mari kita baca sebuah hadist yang disarikan dari kitab Riyadus Sholihin.
                Pada suatu hari, seorang laki-laki menyemburkan berbagai kata-kata ejekan kepada abu bakar  r.a dan menghujaninya dengan berbagai cacian. Akan tetapi,  abu bakar  tidak membalas cacian orang itu. Ia terdiam tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ketika itu, Rosululloh SAW. Duduk disisi abu bakar  dan beliau tersenyum, merasa kagum dengan sikap abu bakar 
                ketika laki-laki itu semakin deras menghujaninya denga kata-kata cacian dan maki-makian, abu bakar  kehilangan kesabaran. Ia menjawab sebagian kata-kata orang itu. Akan tetapi nabi saw. Merasa marah melihat abu bakar   maka beliaupun melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

                Melihat kepergian Rosululloh SAW, abu bakar  dapat merasakan kemarahan Rosululloh SAW. Maka ia kejar Rosululloh SAW. Dan ia tanyakan kepadanya, “wahai rosulloh ketika mencaciku engkau terus duduk disampingku. Akan tetapi mengapa engaku marah dan pergi ketika aku jawab sebagian caciannya?.
                Nabi pun menjawab pertanyaan Abu Bakar , “ketika kemu diam, ada malaikat yang menjawab caciannya. Akan tetapi, ketika kamu balas sebagian caciannya, datanglah setan dan akau tidak mau duduk dengan setan”.
 Setelah itu, rosululloh. Menyambung perkataannya, wahai Abu Bakar ,” Ada tiga perkara yang semuanya benar. Jika ada orang dizalimi, kemudia tidak ia balas kedzaliman itu karna allah, maka allah akan memualiakannya dengankemenangan. Dan jika ada orang memberikan sedekah bukan dengan tujuan riya’,
maka akan allah tambah kekayaanya lebih banyak lagi. Dan jika ada orang meminta kekayaan yang banyak, maka allah akan memberikannya harta yang sedikit ”.
               
`               Berangkat dari hadist inilah ada sebuah qoidah yang berbunyi “Addororu layazu biddoror” . keburukan tidak bisa dihilangkan dengan keburukan  pula.  Sudah menjadi lumrah bahwa api dipadamkan dengan air, bukan dengan api juga.
                Dengan kesabaran dan kepala dingin, semua permasalahan akan diselesaikan dengan mudah, tanpa ada sebuah kekerasan,

Share this:

 
Designed By OddThemes & Distributd By Blogger Templates