BREAKING NEWS

Tegas dalam berfikir Lembut dalam bertindak

Sabtu, 03 September 2016

Rahmat Allah Swt Bersama Dengan Prasangka Hamba


Bermacam-macam karakteristik mahluk Allah SWT yang telah diciptakan untuk mengisi warna warni dalam kehidupan didunia ini. Diantaranya Allah SWT menciptakan  iblis atau setan yang hanya berpotensi untuk melakukan kesalahan, keangkuhan , makar dan sifat-sifat buruk lainnya. Disisi lain itu  Allah juga menciptakan mahluk yang selalu berpotensi untuk melakukan kebaikan yaitu malaikat, dan dan daiantara kedua mahluk ini Allah menciptakan Manusia yang punya potensi baik dan buruk yaitu Manusia
Sudah menjadi karakter alami manusia untuk berbuat salah karena selain dikarunia akal manusia oleh allah SWT juga diberi nafsu, sehingga manusia selain berpotensi untuk berbuat baik manusia juga punya potensi  untuk berbuat salah. Sehingga dinamikan kehiidupan manusia tiadak akan pernah lepas dari kebaikan dan keburukan. Dibelahan manapun kita akan sdelalu menemukan dua bentuk perbuatan ini , dimana saja kita berada kita pastilah akan menemukan kelompok kelompok masyarakat yang religius, suka damai , tolong menolong, dan lain sebagainya, namun disi lain kita tidak akan melewati keehidupan tanpa adanya tindak criminal, makar, permusuhan dan lain sebagainya, inilah manis pahit dinamika kehidupan manusia .

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya untuk berbuat baik sebagai mahluk yang diciptakan hanya semata-mata untuk menghambakan dirinya kepada sang pencipta. Karena manusia mulai awal penciptaan memang sudah berpotensi untuk melakukan kegiatan positif (kebaikan) dan negative(dosa). Maka  sebanyak apapun kesalahan yang dilakukan ,sebesar apapun dosa  yang telah diperbuat,manusia yang muslim seyogyanya untuk selalu berusaha untuk memperbaiki dirinya karena sifat pengampun Allah SWT lebih besar dari itu disi lain penghambaan pada tuhan adalah tugas manusia diciptakan . Bukankah Allah telah memberikan kabar ini dalam al-qur’an yang berbunyi:
قُلْ يَاعِبَادِي الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لاَتَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللهِ إِنَّ اللهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah: “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS Az Zumar: 53)
                Dari ayat diatas dapat dipahami seberapapun besar dosa seorang hamba, jangan merasa putus asa untu bertaubat dan mendekatkan diri pada Allah Swt, karena  jika seseorang segera bertaubat kepada allah SWT dan selalu mendekatkan diri kepada allah dengan beribadah kepadaNya, Allah SWT akan menyambut hamba tersebut dengan rahmatnya. Ketika seorang hamba mendekatkan diri pada allah dengan beribadah kepadanya maka allaoh juga akan lebih mendekatkan rahmat nya kepada hamba tersebut, semakin tinggi tingkat seorang hamba dalam  mendekastkan diri kepada Allah , maka semakin cepat pula allah menyambut hambanya dengan keluasan rahmatnya, dan begitupun seterusnya. Hal ini telah nabi Muhammad SAW sampaikan dalam hadist nya:
وعن أَبي هريرة - رضي الله عنه - ، عن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - ، أَنَّهُ قَالَ : (( قَالَ الله - عز وجل - : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي ، وَأَنا معه حَيْثُ يَذْكُرنِي ، وَاللهِ ، للهُ أفْرَحُ بِتَوبَةِ عَبْدِهِ مِنْ أحَدِكُمْ يَجِدُ ضَالَّتَهُ بالفَلاَةِ ، وَمَنْ تَقَرَّبَ إلَيَّ شِبْراً ، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعاً ، وَمَنْ تَقَرَّبَ إِلَيَّ ذِرَاعاً ، تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعاً ، وَإِذَا أقْبَلَ إِلَيَّ يَمْشِي أقْبَلْتُ إِلَيْهِ أُهَرْوِلُ )) متفقٌ عليه ، وهذا لفظ إحدى روايات مسلم)رياض الصالحين (تحقيق الدكتور الفحل) - (ج 1 / ص 279(
            Betapa besar kasih sayangAllah SWT pada manusia , kehidupan orang-orang non muslim yang notabenenya tidak mnyembah Allah hidup dengan gelimang harta dan kemudahan sebgai bukti bahwa rahmat Allah lebih besar nantinya untuk orang muslimbukankah  ini adalah sebuah  kebesaran sifat “ rahman” Allah SWT.  Karena itu, hendaklah seorang Mukmin selalu bersangkaan baik terhadap Allah bahwa Dia pasti mengampuninya sebesar apa pun dosanya selama ia tidak berbuat syirik terhadap-Nya serta hendaknya tidak berputus asa dari mengharap rahmat-Nya. Semangat optimis (raja’) inilah yang perlu ditumbuhkan dalam sanubari seorang muslim mendorong manusia sebagai pemompa semangat melakukan penghambaan dirinya kepada sang pencipta semata-mata karena rahmat Allah SWT tak pernah putus kepada hambanya.
Dan jangan lupa optimis ini jangan hanya tumbuh  dalam perasaan belaka, tanpa diimbangi dengan tindakan, karena inilah sebenarnya substansi sikap roja’ sebagai sifat terpuji yang ada kesamaan dengan sikap umniah, salah satu sifat tercela. Perbedaan mendasar dari keduanya adalah kalau raja’ disertai doa dan tindakan sedangkan umniah tidak ada tindakan. Allohu A’lam.
oleh: Yusrof

Share this:

 
Designed By OddThemes & Distributd By Blogger Templates